Oleh: pokjana | Februari 1, 2010

Selamat Datang

SELAMAT DATANG DI BLOG KELOMPOK KERJA PERENCANA (POKJANA)

KANTOR WILAYAH DEPARTEMEN AGAMA PROVINSI JAWA TIMUR

Oleh: pokjana | Februari 10, 2010

Hadits-Hadits Perencanaan

Menyusul

Oleh: pokjana | Februari 10, 2010

Ayat-Ayat Perencanaan

Dan Akupun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya”.

(ATH THORIQ :16)

Dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat teguh”.

(AL-A’ROF : 183),

(Sumber : CD Holy Qur’an Versi 6.5)

Oleh: pokjana | Februari 10, 2010

Artikel

Menunggu Kiriman Artikel Perencanaan Anda Lho……!!!

Oleh: pokjana | Februari 10, 2010

Makalah :

Peningkatan Kemandirian Bidang Ekonomi  Pada Pondok Pesantren

Melalui Pendekatan Multi Disiplin Ilmu Perencanaan


Oleh : Mochamad Saiful, S.Ag. M.A.


A.      Pendahuluan

Pembahasan tentang Pondok Pesantren  tidaklah terlepas dari berbagai komponen yang melekat pada pondok pesantren itu sendiri atau perannya di masyarakat. Kyai, santri, bangunan asrama, kitab-kitab kuning (al-kutub al-shafra) dan metode pembelajaran yang menggunakan sistem halaqah (seminar), sorogan dan bandongan merupakan komponen-komponen dasar dari pondok pesantren tersebut.

Pada mulanya tujuan utama pondok pesantren adalah : pertama, menyiapkan santri mendalami dan menguasai ilmu Agama Islam atau lebih dikenal dengan tafaqquh fi al-din. Yang diharapkan dapat mencetak kader-kader ulama dan turut mencerdaskan masyarakat Indonesia. Tujuan kedua, Dakwah menyebarkan Agama Islam. Tujuan Ketiga, benteng pertahanan umat dalam bidang akhlaq. Sejalan dengan hal inilah, materi yang diajarkan pada pondok pesantren semuanya terdiri dari materi agama yang langsung digali dari kitab-kitab klasik yang berbahasa Arab. Akibat dari perkembangan zaman dan tuntutannya, tujuan pondok pesantren pun bertambah dikarenakan perannya yang signifikan, tujuan itu adalah tujuan keempat yaitu berupaya meningkatkan pengembangan masyarakat di berbagai sektor kehidupan.

Dari keempat tujuan itu kalau dikaji lebih mendalam pada dasarnya dapat dikategorikan menjadi dua, yang pertama sampai dengan tujuan ketiga merupakan manifestasi dari tafaqquh fi al-din. Sedang tujuan selanjutnya adalah pengembangan masyarakat di berbagai sektor kehidupan. Pada makalah ini penulis akan lebih mengembangkan pada tujuan pondok pesantren yang terakhir ini. Karena santri selain dibekali dengan pemahaman agama akan mampu berperan dalam masyarakat dengan kemandirian untuk menghadapi hidup, utamanya kemandirian bidang ekonomi. Pengembangan bidang ini akan berdampak pada kemandirian pondok pesantren, para santri termasuk berdampak pula pada masyarakat sekitar pondok. (Depag RI, Pola Pengembangan Pondok Pesantren, 2005 : 80).

B.      Upaya Kemandirian Bidang Ekomomi pada pondok pesantren

Dalam upaya mengerahkan segala sumber yang ada dalam bidang pendidikan untuk merespon perkembangan masyarakat, pondok pesantren memainkan peranan yang penting karena pondok pesantren  yang memiliki potensi dan peluang  yang besar untuk itu. Banyak kondisi pondok pesantren yang secara nyata dapat menunjang peran sebagai pengembangan masyarakat. Diantaranya adalah kharisma Kyai yang diakui luas oleh masyarakat, kemadirian dan posisinya di tengah masyarakat. Kenyataan demikian menjadikan pondok pesantren sangat kondusif memainkan peranan pemberdayaan (enpowerment) dan tranformasi masyarakat secara efektif. (Depag RI, Pola Pengembangan Pondok Pesantren, 2005 : 86.)

Dengan anggapan dasar bahwa tidak semua lulusan atau keluaran pondok pesantren akan menjadi ulama atau Kyai, dan memilih lapangan pekerjaan bidang agama, maka keahlian-keahlian lain seperti pendidikan ketrampilan perlu diberikan kepada santri  sebelum santri tersebut terjun ke tengah-tengah masyarakat sebenarnya. Di pihak lain, guna menunjang suksesnya pembangunan diperlukan partisipasi semua pihak, termasuk pondok pesantren sebagai suatu lembaga yang cukup berpengaruh di tengah-tengah masyarakat ini merupakan potensi yang dimiliki oleh pondok pesantren secara historis dan tradisi.

Perkenalan atau persentuhan dunia pondok pesantren dengan berbagai bidang ketrampilan dan usaha pemberdayaan masyarakat sangatlah menguntungkan dan amat strategis. Kegiatan ini dapat dikembangkan oleh pondok pesantren dan dimulai dengan: Perencanaan mendirikan usaha, Pemilihan jenis usaha dan macam usaha, Pelaksanaan usaha dan Evaluasi dan pelaporan Usaha yang dijalankan.

Tahapan-tahapan yang ditempuh oleh pondok pesantren dalam mendirikan sebuah usaha inilah merupakan tahapan dari sebuah perencanaan. Disinilah permasalahan yang harus dijawab dari pendekatan multi disiplin ilmu perencanaan agar berperan dalam membantu kemandirian pondok pesantren di bidang ekonomi. Dengan kata lain bagaimana peran multi disiplin ilmu perencanaan untuk mengembangkan pondok pesantren melalui aplikasi perencanaan bidang perdagangan, perencanaan bidang pertanian dan agribisnis, pernacanaan bidang industri kecil, perencanaan bidang Jasa, perencanaan bidang keuangan, perencanaan bidang koperasi dan perencanaan bidang tehnologi tepat guna serta perencanaan bidang-bidang yang lain dalam membantu pondok pesantren untuk menuju kemandirian bidang ekonomi.

C.      Pendekatan Multi Disiplin Ilmu Perencanaan Untuk Meningkatkan Kemadirian Ekonomi pada Pondok Pesantren.

Dalam Agama Islam ternyata perencanaan mempunyai dampak pada seseorang apakah seseorang menghendaki berbuat kemuliaan atau tidak.  Dalam Al-Qur’an Allah SWT berfirman yang artinya : Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras, dan rencana jahat mereka akan hancur. (Surat AL-FATHIR ayat 10). Dari ayat ini dapat diambil pemahaman bahwa untuk mendapatkan kemuliaan diperlukan perkataan-perkataan yang baik yang dalam pemahaman penulis merupakan sebuah perencanaan yang matang yang dilanjutkan dengan pelaksanaan dari sebuah perencanaan (yang dikenal dengan amal saleh). Sehingga seorang muslim dituntut untuk membuat rencana yang baik, terstruktur dan berkelanjutan. Karena seseorang yang membuat rencana yang jahat, Allah SWT akan memberikan azab yang keras dan rencananya akan dihancurkan.

Dan ternyata Allah SWT mempunyai rencana dengan sebenar-benarnya dan sangat teguh. Ada tiga ayat yang menyatakan kebenaran dan keteguhan rencana Allah SWT, diantaranya adalah : “Dan Akupun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya”. (ATH THORIQ :16),  “Dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat teguh”. (AL-A’ROF : 183), “dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat teguh”. (AL-QALAM : 45). (CD Holy Qur’an Versi 6.5)

Seorang Perencana hendaknya memiliki kemampuan melaksanakan proses perencanaan yang meliputi : identifikasi masalah, pengumpulan data/informasi, analisis permasalahan, kendala, tantangan, perumusan kebijakan, program dan kegiatan, pelaksanaan, dan evaluasi. Seorang Perencana hendaknya juga Memiliki kemampuan inovatif, pendeteksian dini, dan antisipatif. Dan seorang Perencana juga memiliki kemampuan untuk memandu dan mendorong kearah solusi dan kebijakan yang baik. (Guspika : Peran AP2I, Malang : 2008)

Dalam ilmu perencanaan terdapat tiga teori perencanaan (Planning Theory), yaitu : Theory of Planning, Theory in Planning dan Theory for Planning. Theory of Planning menjelaskan prinsip, prosedur dan langkah normatif yang seharusnya dilakukan dalam proses perencanaan, untuk menghasilkan outputs dan outcomes yang efektif. Theory in Planning merupakan teori substantif dari berbagai disiplin ilmu yang relevan dengan bidang perencanaan. Theory for planning, menjelaskan prinsip-prinsip etika, nilai dan moral yang menjadi pertimbangan bagi para perencana di dalam menjalankan perannya. (Guspika : Peran AP2I, Malang : 2008)

Pemahaman penulis tentang multi disiplin ilmu perencanaan merupakan kumpulan dari berbagai latar belakang ilmu yang ada  untuk merumuskan sebuah rencana dari sudut pandang berbagai disiplin ilmu tersebut. Dari berbagai disiplin ilmu perencanaan tersebut, dapat dikenal beberapa istilah sebagai berikut: (1) Analisis Wilayah dan Daerah (AWD) : merupakan perpaduan disiplin ilmu ekonomi, ekonomi regional dan sosial ekonomi. (2) Manajemen dan Administrasi Publik (MAP) : merupakan perpaduan disiplin ilmu administrasi, sosial dan kebijakan publik. (3) Perencanaan Spasial (PS) : merupakan perpaduan disiplin ilmu geografi, geologi, sipil dan arsitektur. (4) Konsep dan Teknik Perencanaan (KTP) : menekankan pada problem solving dan preskripsi, serta merupakan perpaduan disiplin ilmu teknik rekayasa, arsitektur, lingkungan, statistik, dan beberapa ilmu sosial yang temasuk dalam theory for planning. (Guspika : Peran AP2I, Malang : 2008)

Dalam meningkatkan kemadirian ekonomi pada Pondok Pesantren, pendekatan multi disiplin ilmu perencanaan diatas merupakan sebuah keniscayaan dalam mengembangkan pondok pesantren, santri dan masyarakat sekitar. Karena dengan pendekatan ilmu perencanaan sebuah usaha yang akan dibangun melalui beberapa kajian dan analisis perencanaan dimulai dari : (1). Identifikasi Permasalahan, (2). Perumusan Alternatif Kebijaksanaan, (3). Pengkajian Alternatif, (3). Penentuan Alternatif dan Rencana, (4). Pengendalian Pelaksanaan, dan (5). Penilaian Hasil Pelaksanaan.

Sedangkan pengembangan  tahapan-tahapan perencanaan itu dapat dilaksanakan sesuai kondisi dan situasi pondok pesantren dengan masing-masing melalui : perencanaan bidang perdagangan, perencanaan bidang pertanian dan agrobisnis, pernacanaan bidang industri kecil, perencanaan bidang Jasa, perencanaan bidang keuangan, perencanaan bidang koperasi dan perencanaan bidang tehnologi tepat guna serta perencanaan bidang-bidang yang lain dalam membantu pondok pesantren untuk menuju kemandirian bidang ekonomi

D.      Produk Perencanaan Bidang Agrobisnis Dalam Peningkatan Kemandirian Pondok Pesantren.

Dalam buku Pesantren Agrobisnis Pendekatan Formula Area Multi Fungsi dan Model Konsepsi Pemberdayaan serta Profil Beberapa Pesantren, yang diterbitkan oleh Departemen Agama RI, Jakarta Tahun 2004, telah dipaparkan bagaimana pengembangan pondok pesantren secara terpadu, salah satunya tentang pengembangan Pondok Pesantren Sultan Hasanuddin Kota Makasar. Adapun kerangka perencanaan dan pengembangannya sebagai berikut :

  1. 1. Sekilas Mengenai Pondok Pesantren Sultan Hasanuddin
    1. Lokasi, Sejarah dan perkembangannya.
    2. Pondok Pesantren Sultan Hasanuddin Sebagi Lembaga Pendidikan Agama.
    3. Pondok Pesantren Sultan Hasanuddin Sebagai Lembaga Agrobisnis.
  2. 2. Kegiatan Agrobisnis Melalui Pendekatan Area Multi Fungsi (AMF)
    1. Lahan.
    2. Komoditi  (jangka Super Pendek, Jangka Pendek, Jangka Menengah dan Jangka Panjang, Sinergitas antar Komoditi)
    3. Pilihan Tahapan Usaha Agrobisnis (jangka Super Pendek, Jangka Pendek, Jangka Menengah dan Jangka Panjang)
    4. Pengorganisasian
    5. Sumber Daya Manusia (Tenaga Kerja)
    6. Resiko Kegagalan
    7. Hasil Usaha
    8. Pengembangan Kinerja
  3. 3. Dukungan Kelembagaan
    1. Dukungan Kelembagaan Pondok Pesantren Hasanuddin dan YPSH.
    2. Dukungan Kelembagaan Instansi Terkait.
  4. 4. Pemberdayaan Kepada Masyarakat
    1. Membuka lapangan kerja
    2. Penyediaan fasilitas
    3. Wadah Pembinaan
    4. Pemberian bibit gratis.

E.       KESIMPULAN

Setelah memahami makalah diatas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

  1. Peran Pondok Pesantren memepunyai 2 hal yang sangat dominan. Yang pertama tafaqquh fi al-din. Sedang tujuan selanjutnya adalah pengembangan masyarakat di berbagai sektor kehidupan.
  2. Untuk meingkatkan kemandirian bidang ekonomi pada Pondok Pesantren dilaksanakan melalui pengembangan masyarakat  dengan mendirikan berbagai usaha.
  3. Agar usaha yang dikembangkan pondok pesantren dapat berjalan dengan teratur, terstruktur dan berkelanjutan maka diperlukan multidisiplin ilmu perencanaan dalam memulai dan melaksanakan usaha sesusi dengan kondisi masing-masing.
  4. Perencana sebagai bagian dari Pemerintahan yang ada berupaya sekuat mungkin mengembangkan dan menyusun produk-produk perencanaan (dokumen rencana) sesuai bidang keilmuan yang dikuasai, sehingga program pemerintahan dalam pemberdayaan masyarakat dapat tercapai.

–&&&&&–

Kategori